|
Written by Firmansyah Afandi
|
|
Wednesday, 07 October 2009 |
|
Workshop : IPTEK PENYELAMATAN HUTAN MELALUI REHABILITASI BEKAS TAMBANG BATUBARA Swiss-Bel Hotel Borneo Banjarmasin Banjarmasin 20 - 21 Oktober 2009 Workshop bersama 3 UPT yaitu Balai Besar Penelitian Dipterokarpa, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru dan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 -21 Oktober 2009 bertempat di Swiss-Bel Hotel Borneo Banjarmasin. Latar Belakang Teknik penambangan terutama tambang batubara yang umum dilakukan adalah dengan sis tem pengupasan permukaan (open pit mining system). Dari sistem ini langkah-langkah utama untuk mencapai deposit bahan tambang tersebut diperoleh melalui tahapan-tahapan pembersihan lahan di areal yang akan ditambang (land cl earing), terakhirmengupas batuan dasar (bedrock) hingga mencapai permukaan deposit. Konsekwensi dari system penambangan tersebut adalah luas areal yang terbuka (bare soil) akan semakin bertambah setiap tahunnya akibat bertambahnya luas areal tambang. |
|
Last Updated ( Thursday, 08 October 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Firmansyah Afandi
|
|
Friday, 11 September 2009 |
|
Seminar Internasional dengan tema “Research on Plantation Forest Management : Challenges and Opportunities” Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Badan Litbang Kehutanan akan menyelenggarakan Seminar Internasional dengan topik : “Research on Plantation Forest Management : Challenges and Opportunities” Seminar akan diselenggarakan di IPB ICC, Botani Square, Bogor selama 2 (dua) hari pada tanggal 5 - 6 November 2009. Tujuan penyelenggaraan seminar ini terutama adalah untuk mengetahui state of the art dari kegiatan litbang di bidang pengelolaan hutan tanaman dari berbagai penjuru dunia, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai litbang di bidang-bidang yang terkait dengan pengelolaan hutan tanaman, serta untuk membahas berbagai tantangan dan peluang bagi kegiatan litbang dalam rangka mendukung pengembangan hutan tanaman. |
|
Last Updated ( Friday, 11 September 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by publikasi
|
|
Friday, 14 August 2009 |
|
Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang Kehutanan mempunyai teknologi pembudidayaan gaharu mulai dari pembibitan, penanaman, inokulasi sampai pada analisa usahanya. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan Alih Teknologi dengan tema Teknik dan Prospek Budidaya Gaharu yang merupakan sarana untuk mentransfer pengetahuan dan ketrampilan serta sarana untuk bertukar pikiran dan pengalaman dengan para klien dan pengguna (user). Pelaksanaan alih teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kelompok tani dalam pembudidayaan gaharu. Alih Tehnologi ini telah diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 Juni 2009 di Hotel Kartika Kotabaru, Jl. Veteran No. 2 Kotabaru, Kalimantan Selatan. Acara ini terselenggara bekerja sama DInas Kehutanan Kota Baru. |
|
Last Updated ( Friday, 11 September 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Firmansyah Afandi
|
|
Tuesday, 16 June 2009 |
S I A R A N P E R S Nomor: S.306/PIK-1/2009 LITBANG KEHUTANAN KEMBANGKAN KAYU LAPIS SAWIT Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan mengembangan penggunaan batang kayu sawit yang sudah tidah produktif lagi untuk dijadikan kayu lapis. Penggunaan batang sawit sebagai bahan baku industri kayu lapis ini memiliki keuntungan ganda, pertama bisa memanfaatkan limbah menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi. Kedua, solusi mencegah terus berlanjutnya degradasi alam karena dengan adanya bahan baku dari non kehutanan, maka penebangan kayu di hutan alam akan berkurang. Pengembangan kayu lapis sawit ini cukup menjanjikan karena potensi bahan baku batang sawit cukup besar, diperkirakan hasil replanting sebesar 25 juta m3/tahun. Pengembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan secara pesat. Pada tahun 1998 luas tanaman perkebunan sawit telah mencapai lebih dari 2,63 juta ha, sedangkan pada tahun 2003 luas perkebunan sawit telah mencapai lebih dari 4,93 juta ha. Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan kebun sawit nasional dalam periode tersebut mencapai lebih dari 400.000 ha per tahun. Saat ini telah dilakukan kerjasama Litbang Kehutanan dengan PT INHUTANI IV Riau dengan melakukan ujicoba pemanfaatan batang sawit untuk venir dan kayu lapis di pabrik PT Asia Forestama Raya, Rumbai, Riau. Kerjasama tersebut merupakan pioner dalam komersialisasi kayu sawit, sehingga hasil yang diperoleh akan menjadi dasar kebijakan dalam penyusunan prosedur pemanfaatan batang sawit dan mekanisme pengembangan industri kayu sawit. Bahan sawit yang digunakan dalam ujicoba terdiri dari dua kelas umur, yaitu tanaman sawit umur 22 dan 25 tahun, dengan volume kayu masing-masing 60m3 dan 40 m3. Kedua kelompok tanaman ini berasal dari areal perkebunan PTP Nusantara V, Riau. Beberapa catatan hasil ujicoba tersebut yaitu : - Batang sawit dapat dimanfaatkan untuk pembuatan panel kayu lapis dengan menggunakan fasilitas konvensional yang terdapat pada industri kayu lapis.
- Percobaan produksi venir kayu menghasilkan rendemen venir basah dan kering, masing-masing sebesar 67% dan 36%.
- Perlakukan pemadatan (densifikasi) pada struktur venir kayu sawit dapat mengurangi volume kayu sawit hingga 50%.
- Rendemen venir maupun panel kayu lapis sawit lebih rendah dibandingkan dengan rendemen produksi kayu dari hutan tanaman maupun kayu dari hutan rakyat.
- Peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam pembuatan venir dan panel kayu lapis sawit dapat dilakukan melalui beberapa modifikasi pada mesin dan peralatan produksi.
- Produk kayu lapis sawit memiliki nilai ekonomi relatif baik dibandingkan dengan produk serupa yang terbuat dari kayu hutan tanaman.
- Produksi venir dan kayu lapis sawit secara komersial perlu melibatkan pihak perkebunan sebagai pemilik bahan baku. Hal ini perlu diperhatikan guna memperoleh kepastian pasokan bahan baku, menghindari gangguan pihak ketiga, serta minimasi biaya bahan baku.
Jakarta, 11 Juni 2009 Kepala Pusat Informasi Kehutanan, ttd. M a s y h u d NIP.19561028 198303 1 002 |
|
|
Written by publikasi
|
|
Thursday, 28 May 2009 |
|
CITES berencana melarang perdagangan gaharu Indonesia pada pertemuan di Argentina pada Bulan Maret 2009 yang lalu, padahal Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam telah menghasilkan teknologi yang memungkinkan untuk memproduksi gaharu pada tanaman budidaya secara cepat dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Hasil penelitian di daerah Sukabumi yang telah dipanen pada hari Sabtu tanggal 4 April 2009 menunjukkan bahwa tanaman gaharu yang diinokulas i 2 tahun yang lalu mampu menghasilkan gaharu yang berwarna coklat tua. Warna coklat tua ini merupakan indikasi kualitas yang lebih baik. Pohon-pohon yang diinokulasi ini merupakan hasil tanaman tahun 2000 dengan jenis Aquilaria cressna dan Aquilaria malaccensis, dan diinokulasi pada umur 6 tahun.
|
|
Last Updated ( Friday, 11 September 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Firmansyah Afandi
|
|
Thursday, 28 May 2009 |
|
SIARAN PERS Nomor : S.257/PIK-1/2009 BALAI PENELITIAN KEHUTANAN CIAMIS MEMPERKENALKAN ”PITA VOLUME” Untuk menghindari praktek penipuan pada transaksi kayu rakyat terhadap petani sengon, Balai Penelitian Kehutanan Ciamis memperkenalkan ”pita volume”, yaitu suatu alat berupa pita yang dapat mengukur volume pohon berdiri. Alat tersebut praktis digunakan, hanya dengan melilitkan pita pada pohon berdiri, maka volume pohon tersebut dapat diketahui. Dengan alat tersebut petani bisa dengan mudah mengetahui volume pohon yang akan dijual. Dengan metode ini, transaksi penjualan kayu tidak lagi berbasis batang, tapi berbasis volume, sehingga posisi tawar meningkat dan pendapatan petani juga meningkat. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 10 of 26 |