Jika dinamika "green movement", khususnya perjuangan untuk mengubah paradigma lingkungan dari yang selama ini ada, tidak diamati secara jeli dan tak segera diantisipasi, maka Indonesia tidak akan mendapatkan hak yang semestinya dari "carbon-trade dollar" untuk negara-negara yang memiliki tegakan hutan.
"Maka jangan heran jika 10 tahun mendatang Indonesia hanya akan `gigit jari` melihat kenyataan bahwa `carbon trade dollar` akhirnya kembali mengalir ke negera-negara kaya," kata Dr Ir Ricky Avenzora, MScF, peneliti dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Denpasar, Bali, Senin (10/12).